FIFA & UEFA Kembali Membuat Ulah,
Netizen Indonesia: Cerita Lama Terulang Kembali
Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman
DEPOK - Kabar mengenai politik tidak boleh mencampuradukkan dengan sepakbola menuai kecaman dari pecinta sepakbola. Beberapa dari kalangan pecinta sepakbola menyebut bahwa FIFA adalah salah satu organisasi di bidang olahraga paling korupsi di dunia. Dikutip dari website VOA Indonesia yang berjudul Pengurus FIFA Korupsi Besar-Besaran Selama Puluhan Tahun & website CNN Indonesia yang berjudul Daftar Pejabat FIFA Yang Pernah Terjerat Kasus Korupsi, 7 pengurus FIFA yang tengah melakukan pertemuan tahunan ditangkap aparat Swiss. Mereka dan sejumlah pejabat FIFA lainnya didakwa atas kasus korupsi oleh departemen kehakiman Amerika. Jaksa Agung Amerika Serikat menilai bahwa tindakan korupsi yang terjadi pada tubuh FIFA merupakan suatu kejahatan yang mengakar, baik itu Amerika Serikat maupun dunia."Mereka diharapkan menjunjung tinggi peraturan agar pertandingan sepakbola dilaksanakan dengan jujur dan terjaga integritasnya. Sebaliknya, mereka merusak dunia pesepakbolaan untuk kepentingan dan memperkaya diri sendiri" ujar salah satu pejabat departemen kehakiman Amerika Serikat.
Berikut adalah daftar-daftar pejabat FIFA yang pernah terjerat
kasus korupsi seperti dikutip CNN Indonesia
1) Ricardo Teixeira
Terkena kasus korupsi senilai US $41 juta (41 juta dolar AS) bersama
Joao Havelange. Joao Havelange merupakan Mantan Presiden FIFA periode
1974-1998, sedangkan Ricardo Teixeira merupakan Mantan Presiden Asosiasi
Sepakbola Brazil (CBF) periode 1989-2012. Ricardo Teixeira dinyatakan bersalah
atas kasus korupsi yang melibatkan perusahaan marketing olahraga Swiss, yakni
International Sport and Lesiure dan Ricardo Teixeira pun dijatuhi sanksi seumur
hidup oleh FIFA
2) Mohammed Bin Hammam
Mohammed Bin Hammam merupakan Mantan Presiden Kondeferasi Sepakbola
Asia (AFC) periode 2002-2011. Bin Hammam dinyatakan bersalah atas kasus
penyuapan dengan menyuap sejumlah anggota FIFA untuk membeli pemilihan
suara di pemilihan FIFA pada 2011. Mohammed Bin Hammam sudah dikenai
dua kali sanksi seumur hidup oleh FIFA pada Juli 2011 dan Desember 2012.
Bahkan, Mohammed Bin Hammam tertangkap kamera sedang mencoba
melakukan penyuapan dengan menyuap salah satu pejabat Asosiasi Sepakbola
Karibia senilai US $40 ribu (40 ribu dolar AS)
3) Chuck Blazer
Chuck Blazer merupakan Mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA periode
1996-2013. Chuck Blazer dinyatakan bersalah karena dituduh menerima suap
hingga US $15 juta (15 juta dolar AS) dan Chuck Blazer dikenai sanksi pada Mei
2014 karena dugaan kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan saat
menjadi Sekjen Konfederasi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia
(CONCACAF)
4) Manilal Fernando
Manilal Fernando merupakan Mantan Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang
dihukum seumur hidup oleh FIFA karena Manilal Fernando merupakan salah
satu aktor suap bersama Mohammed Bin Hammam.
Bahkan, ada salah satu netizen Indonesia yang menyebutkan bahwa permasalahan FIFA merupakan cerita lama. "Dari yang paling umum aja-lah bre, masalah jatah pembagian Piala Dunia. Semua dikotak-kotakan bagiannya. Bangsa barat dapat jatah paling gede, sedangkan bangsa timur dapat jatah paling kecil. Katanya, pengen nge-buat sepakbola lebih bersaing. Kok dari jatah pembagian masuk Piala Dunia aja dibeda-bedakan kek gitu? Padahal, bulutangkis aja jatah peserta negara yang masuk Piala Thomas & Uber itu sama, yaitu siapa yang juara dan masuk semifinal di masing-masing kejuaraan regionalnya maka dia berhak ikut Piala Thomas & Uber walaupun memang asia masih mendominasi" ujar BrokenHeart 18 seperti yang dikutip dari channel youtube Starting Eleven Story yang berjudul Memisahkan Politik dari Sepakbola Hanyalah Omong Kosong. Lalu, BrokenHeart 18 menambahkan dari channel youtube dan judul yang sama, yakni channel youtube Starting Eleven Story "Oseania lebih parah cuma dapat 1 slot. Itu pun harus berhadapan dengan wakil Asia di babak play-off. Yaaaa..., gimana gak tambah modar Oseasina makanya kenapa Australia sampai pindah federasi dari Oseania ke Asia. Jangan lupa FIFA punya sistem kasta pembagian region sesuai dengan kekuatan. Bahkan, pembagian region dilakukan secara terang-terangan. Ada region terkuat dan region terlemah. Jelas, Eropa yang terkuat dan Oseania masuk region terlemah. Padahal, federasi olahraga lain gak ada loh yang sampai buat kasta-kastaan region kek gini walaupun kelihatan region mana yang paling mendominasi".
Seperti diketahui, FIFA pernah melarang seluruh atribut yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Bahkan, FIFA pun pernah mengatakan kepada publik bahwa sepakbola tidak boleh dicampuradukkan dengan politik. Imbasnya, UEFA menjatuhkan sanksi ke Glasgow Celtic sebesar 10 juta Euro (Rp145 juta) karena suporter Celtic mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan Celtic menghadapi Hapoel Be'er Sheva pada Kualifikasi Liga Champions Eropa 2016/2017 dan menyanyikan lagu yang menyerang Israel
No comments:
Post a Comment