Wednesday, 23 March 2022

FIFA & UEFA KEMBALI MEMBUAT ULAH, NETIZEN INDONESIA: CERITA LAMA TERULANG KEMBALI

FIFA & UEFA Kembali Membuat Ulah,
Netizen Indonesia: Cerita Lama Terulang Kembali


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


DEPOK - Kabar mengenai politik tidak boleh mencampuradukkan dengan sepakbola menuai kecaman dari pecinta sepakbola. Beberapa dari kalangan pecinta sepakbola menyebut bahwa FIFA adalah salah satu organisasi di bidang olahraga paling korupsi di dunia. Dikutip dari website VOA Indonesia yang berjudul Pengurus FIFA Korupsi Besar-Besaran Selama Puluhan Tahun & website CNN Indonesia yang berjudul Daftar Pejabat FIFA Yang Pernah Terjerat Kasus Korupsi, 7 pengurus FIFA yang tengah melakukan pertemuan tahunan ditangkap aparat Swiss. Mereka dan sejumlah pejabat FIFA lainnya didakwa atas kasus korupsi oleh departemen kehakiman Amerika. Jaksa Agung Amerika Serikat menilai bahwa tindakan korupsi yang terjadi pada tubuh FIFA merupakan suatu kejahatan yang mengakar, baik itu Amerika Serikat maupun dunia."Mereka diharapkan menjunjung tinggi peraturan agar pertandingan sepakbola dilaksanakan dengan jujur dan terjaga integritasnya. Sebaliknya, mereka merusak dunia pesepakbolaan untuk kepentingan dan memperkaya diri sendiri" ujar salah satu pejabat departemen kehakiman Amerika Serikat.

Berikut adalah daftar-daftar pejabat FIFA yang pernah terjerat
kasus korupsi seperti dikutip CNN Indonesia
1) Ricardo Teixeira
    Terkena kasus korupsi senilai US $41 juta (41 juta dolar AS) bersama
    Joao Havelange. Joao Havelange merupakan Mantan Presiden FIFA periode
    1974-1998, sedangkan Ricardo Teixeira merupakan Mantan Presiden Asosiasi
    Sepakbola Brazil (CBF) periode 1989-2012. Ricardo Teixeira dinyatakan bersalah
    atas kasus korupsi yang melibatkan perusahaan marketing olahraga Swiss, yakni
    International Sport and Lesiure dan Ricardo Teixeira pun dijatuhi sanksi seumur
    hidup oleh FIFA
2) Mohammed Bin Hammam
    Mohammed Bin Hammam merupakan Mantan Presiden Kondeferasi Sepakbola
    Asia (AFC) periode 2002-2011. Bin Hammam dinyatakan bersalah atas kasus
    penyuapan dengan menyuap sejumlah anggota FIFA untuk membeli pemilihan
    suara di pemilihan FIFA pada 2011. Mohammed Bin Hammam sudah dikenai
    dua kali sanksi seumur hidup oleh FIFA pada Juli 2011 dan Desember 2012.
    Bahkan, Mohammed Bin Hammam tertangkap kamera sedang mencoba
    melakukan penyuapan dengan menyuap salah satu pejabat Asosiasi Sepakbola
    Karibia senilai US $40 ribu (40 ribu dolar AS)
3) Chuck Blazer
    Chuck Blazer merupakan Mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA periode
    1996-2013. Chuck Blazer dinyatakan bersalah karena dituduh menerima suap
    hingga US $15 juta (15 juta dolar AS) dan Chuck Blazer dikenai sanksi pada Mei
    2014 karena dugaan kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan saat
    menjadi Sekjen Konfederasi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia
    (CONCACAF)
4) Manilal Fernando
    Manilal Fernando merupakan Mantan Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang
    dihukum seumur hidup oleh FIFA karena Manilal Fernando merupakan salah
    satu aktor suap bersama Mohammed Bin Hammam.

Bahkan, ada salah satu netizen Indonesia yang menyebutkan bahwa permasalahan FIFA merupakan cerita lama. "Dari yang paling umum aja-lah bre, masalah jatah pembagian Piala Dunia. Semua dikotak-kotakan bagiannya. Bangsa barat dapat jatah paling gede, sedangkan bangsa timur dapat jatah paling kecil. Katanya, pengen nge-buat sepakbola lebih bersaing. Kok dari jatah pembagian masuk Piala Dunia aja dibeda-bedakan kek gitu? Padahal, bulutangkis aja jatah peserta negara yang masuk Piala Thomas & Uber itu sama, yaitu siapa yang juara dan masuk semifinal di masing-masing kejuaraan regionalnya maka dia berhak ikut Piala Thomas & Uber walaupun memang asia masih mendominasi" ujar BrokenHeart 18 seperti yang dikutip dari channel youtube Starting Eleven Story yang berjudul Memisahkan Politik dari Sepakbola Hanyalah Omong Kosong. Lalu, BrokenHeart 18 menambahkan dari channel youtube dan judul yang sama, yakni channel youtube Starting Eleven Story "Oseania lebih parah cuma dapat 1 slot. Itu pun harus berhadapan dengan wakil Asia di babak play-off. Yaaaa..., gimana gak tambah modar Oseasina makanya kenapa Australia sampai pindah federasi dari Oseania ke Asia. Jangan lupa FIFA punya sistem kasta pembagian region sesuai dengan kekuatan. Bahkan, pembagian region dilakukan secara terang-terangan. Ada region terkuat dan region terlemah. Jelas, Eropa yang terkuat dan Oseania masuk region terlemah. Padahal, federasi olahraga lain gak ada loh yang sampai buat kasta-kastaan region kek gini walaupun kelihatan region mana yang paling mendominasi".

Seperti diketahui, FIFA pernah melarang seluruh atribut yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Bahkan, FIFA pun pernah mengatakan kepada publik bahwa sepakbola tidak boleh dicampuradukkan dengan politik. Imbasnya, UEFA menjatuhkan sanksi ke Glasgow Celtic sebesar 10 juta Euro (Rp145 juta) karena suporter Celtic mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan Celtic menghadapi Hapoel Be'er Sheva pada Kualifikasi Liga Champions Eropa 2016/2017 dan menyanyikan lagu yang menyerang Israel

SLOGAN KICK POLITIC OUT OF FOOTBALL, FAIR PLAY, SERTA SAY NO TO RACISM TIDAK BERFUNGSI, NETIZEN INDONESIA SEBUT FIFA & UEFA MENJILAT LUDAH SENDIRI

Slogan "Kick Politic Out of Football, Fair Play, serta Say No To Racism
Tidak Berfungsi dengan Baik, Netizen Indonesia Sebut
FIFA & UEFA Menjilat Ludah Sendiri


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


DEPOK - FIFA & UEFA memiliki 3 (tiga) slogan untuk menjunjung tinggi serta memajukkan pesepakbolaan dunia agar sepakbola dunia bisa maju. Ketiga slogan tersebut adalah Kick Politic Out of Football, Fair Play, dan Say No To Racism. Namun, ketiga slogan tersebut tidak berfungsi dengan baik lantaran FIFA & UEFA sudah melanggar ketiga slogan itu dengan mendukung Ukraina untuk menghentikan peperangan dengan Rusia serta mengabaikan peperangan yang terjadi di Timur Tengah, terutama peperangan Palestina-Israel yang sedang berlangsung, dengan cara membentangkan bendera Ukraina di big screen, membawa spanduk yang bertuliskan "STOP WAR" sebelum kick off babak pertama dimulai, serta menuliskan "STOP WAR atau NO WAR" di sebelah papan skor pertandingan, mengabaikan keselamatan para pemainnya dengan menambahkan 1 (satu) kompetisi baru, yakni Liga Konferensi Eropa (UEFA Conference League), menambahkan jumlah peserta Liga Champions Eropa menjadi 36 tim mulai kompetisi Liga Champions Eropa 2024/2025, serta memberikan hukuman berat ke Roman Abromovich & Chelsea FC. FIFA tidak mengetahui bahwa kejadian Kick Politic Out of Football pernah terjadi pada 2014 & 2017 saat suporter Glasgow Celtic diberikan hukuman oleh UEFA berupa denda sebesar 10 juta Euro atau sekitar Rp145 juta karena mengibarkan bendera Palestina serta menyanyikan lagu yang bertujuan untuk menyerang Israel saat pertandingan Celtic vs Hapoel Be'er Sheva pada Kualifikasi Liga Champions Eropa 2016/2017. Bahkan, suporter Glasgow Celtic nekat dengan melakukan hal yang sama seperti Kualifikasi Liga Champions Eropa 2016/2017 saat Celtic berhasil menang 5-2 atas Hhapoel Bbe'er Sheva. Bukan hanya suporter Celtic yang terkena hukuman denda, Paul Pogba, Amad Diallo, Wesley Fofana, dan Hamza Choudhury mengalami hal serupa.

Perlu diketahui bahwa Paul Pogba & Amad Diallo membawa bendera Palestina di tengah konflik Palestina-Israel berlangsung. Paul Pogba & Amad Diallo membawa bendera Palestina setelah pertandingan Manchester United vs Fulham FC pada lanjutan Liga Primer Inggris 2020/2021 Pekan 37, sedangkan Wesley Fofana & Hamza Coudhury membawa bendera Palestina saat Leicester City berhasil menjuarai Piala FA 2020/2021 setelah Leicester City meraih kemenangan atas Chelsea FC dengan skor tipis 1-0 pada Selasa, 15 Mei 2021. Bahkan, Paul Pogba, Amad Diallo, Wesley Fofana, dan Hamza Choudhury dikecam oleh FA selaku Asosiasi Sepakbola Inggris. FIFA & FA beralasan bahwa pengibaran bendera Palestina yang dilakukan oleh suporter Celtic, Paul Pogba, Amad Diallo, Wesley Fofana, dan Hamza Coudhury merupakan suatu hal yang salah karena sepakbola tidak boleh digunakan untuk berpolitik maupun melakukan rasisme. Sebaliknya, FIFA memberikan dukungan ke Ukraina imbas Rusia menginvasi Ukraina. Bahkan, FIFA tidak segan-segan memberikan hukuman ke Rusia berupa pencoretan Timnas Rusia dari Babak Play-off Kualifkasi Piala Dunia 2022 serta mendiskualifikasi Spartak Moskow dari Babak 16 Besar Liga Europa 2021/2022. Pencoretan Timnas Rusia dari Babak Play-off Kualifkasi Piala Dunia 2022 serta mendiskualifikasi Spartak Moskow dari Babak 16 Besar Liga Europa 2021/2022 mendapatkan kritikan dari pecinta sepakbola karena FIFA tidak menindak tegas dengan aksi Israel yang memborbardir serta menyerang Palestina dengan mencoret Timnas Israel dari Piala Dunia atau Piala Eropa (EURO) serta mencoret klub-klub Israel yang berkompetisi di Liga Champions Eropa, Liga Europa, dan Liga Konferensi Eropa (UEFA Conference League). Bahkan, ada salah satu netizen Indonesia yang menyebutkan bahwa permasalahan FIFA merupakan cerita lama. "Dari yang paling umum aja-lah bre, masalah jatah pembagian Piala Dunia. Semua dikotak-kotakan bagiannya. Bangsa barat dapat jatah paling gede, sedangkan bangsa timur dapat jatah paling kecil. Katanya, pengen nge-buat sepakbola lebih bersaing. Kok dari jatah pembagian masuk Piala Dunia aja dibeda-bedakan kek gitu? Padahal, bulutangkis aja jatah peserta negara yang masuk Piala Thomas & Uber itu sama, yaitu siapa yang juara dan masuk semifinal di masing-masing kejuaraan regionalnya maka dia berhak ikut Piala Thomas & Uber walaupun memang asia masih mendominasi" ujar BrokenHeart 18 seperti yang dikutip dari channel youtube Starting Eleven Story yang berjudul Memisahkan Politik dari Sepakbola Hanyalah Omong Kosong. Lalu, BrokenHeart 18 menambahkan dari channel youtube dan judul yang sama, yakni channel youtube Starting Eleven Story "Oseania lebih parah cuma dapat 1 slot. Itu pun harus berhadapan dengan wakil Asia di babak play-off. Yaaaa..., gimana gak tambah modar Oseasina makanya kenapa Australia sampai pindah federasi dari Oseania ke Asia. Jangan lupa FIFA punya sistem kasta pembagian region sesuai dengan kekuatan. Bahkan, pembagian region dilakukan secara terang-terangan. Ada region terkuat dan region terlemah. Jelas, Eropa yang terkuat dan Oseania masuk region terlemah. Padahal, federasi olahraga lain gak ada loh yang sampai buat kasta-kastaan region kek gini walaupun kelihatan region mana yang paling mendominasi".

Penamaan slogan Say No To Racism yang diucapkan oleh FIFA tidak sesuai fakta di lapangan. Sebagian besar pemain sepakbola yang bermain di liga-liga Eropa, seperti Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Perancis, dan liga-liga Eropa lainnya menjadi sasaran rasis. Bahkan, Marcos Alonso & Wilfried Zaha menolak untuk berlutut beberapa menit sebelum pertandingan dimulai. Mereka mengganggap bahwa para pemain harus berdiri tegak apabila ingin melawan rasisme. Sebaliknya, para pemain yang menekuk lutut merupakan suatu hal yang merendahkan rasisme. "Saya sangat menentang rasisme dan segala bentuk diskriminasi. Saya sekadar memilih untuk menunjuk lencana yang bertuliskan No To Racism." ujar Alonso seperti dikutip Kompas TV yang berjudul Marcos Alonso Tolak Berlutut Sebelum Kick Off, Ini Alasannya The Athletic. Lalu, Marcos Alonso menambahkan "Saya memilih cara ini dan tentu saja untuk mengatakan dengan jelas bahwa saya menentang rasisme dan menghormati semua orang"

Thursday, 3 March 2022

PREMIER LEAGUE PASANG BENDERA UKRAINA DI BIG SCREEN STADION SERTA MEMAKAI BAN KAPTEN BENDERA UKRAINA, NETIZEN INDONESIA: BAGAIMANA KABARNYA PALESTINA YANG DIJAJAH PULUHAN TAHUN?

Premier League Pasang Bendera Ukraina di Big Screen Stadion
serta Memakai Ban Kapten Kapten Bendera Ukraina,
 Netizen Indonesia: Bagaimana Kabarnya Palestina Yang Dijajah Puluhan Tahun?


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


DEPOK - Kejadian Rusia ingin menginvansi Ukraina mendapat perhatian dari banyak puhak, salah satunya Premier League dan Bundesliga. Melalui akun resmi Premier League di Twitter, Premier League & Bundesliga resmi memasang bendera Ukraina untuk mendukung aksi perdamaian Ukraina yang diinvansi oleh Rusia. Bahkan, Premier League memasang bendera Ukraina di big screen stadion dengan slogan "STOP PUTIN, STOP WAR" serta #FootballStandTogether untuk melakukan aksi perdamaian Ukraina yang telah diinvansi oleh Rusia. Aksi tersebut menimbulkan pertanyaan serta kritikan dari banyak pihak. Tidak sedikit netizen-netizen Indonesia yang mempertanyakan aksi tersebut. "Bagaimana dgn Palestina?? UEFA tutup mata. Tolil!"  ujar akun instagram @arbailand. "Hanya karena Eropa sesama kulit putih mata biru, timur tengah kau tutup mata" ujar akun instagram @salmanazi_17. Bahkan, beberapa netizen Indonesia mempertanyakan kejadian di Timur Tengah yang sudah menjadi korban dari peperangan tersebut, terutama kejadian Palestina yang dibunuh, diserang ataupun dibombardir oleh Tentara Israel. "Hello palestin dll... pa kabar dukungan kalian dr seluruh dunia" ujar akun instagram @ridhahk. "Disaat timteng diinvasi juga, mata dunia seakan tertutup, kalau bukan liverpool gue ogah nnton liga inggris ðŸ”¥" ujar akun instagram vikyfatih. Bahkan, ada salah satu netizen Indonesia yang memberikan kritikan ke FIFA & UEFA untuk memberikan keadilan terhadap negara-negara yang terkena invansi, terutama negara-negara Timur Tengah yang menjadi korban dari peperangan tersebut "Kami tidak mempersalahkan dukungan kalian kepada Warga Ukraina, yg kami minta keadilan untuk kasus yg sama di seluruh dunia..!!" ujar akun instagram @10969_irfan.

Sebelumnya, aksi Premier League & Bundesliga memasang bendera Ukraina serta memberikan silent moment berupa aksi tepuk tangan selama 5 menit saat pertandingan sepakbola berlangsung menuai pertanyaan serta kritikan dari berbagai pihak. Pasalnya, FIFA & UEFA tidak memberikan sanksi atau hukuman apapun terhadap klub dan Timnas Israel yang memborbardir Palestina, sedangkan FIFA & UEFA memberikan hukuman setimpal terhadap klub dan Timnas Rusia. Seperti yang kita ketahui, Palestina dibombardir oleh Tentara Israel saat perayaan Isra Mi'raj berlangsung. Bahkan, ada salah satu Rakyat Palestina yang dipukul dengan granat kejut di wajahnya saat dia bersama keluarganya di Gerbang Damaskus pada Selasa, 1 Maret 2022. Salah satu Rakyat Palestina yang dipukul dengan granat kejut adalah Munawar Burqan. Munawar Burqan adalah salah satu gadis berkebutuhan khusus yang diteror oleh pasukan Zionis Israel. Beberapa dari netizen Indonesia yang mempertanyakan kepedulian PBB terhadap Bangsa Palestina yang menjadi korban teror oleh pasukan Zionis Israel. "Bpak PBB yang bbrpa hari yg lalu menyuarakan agar rusia stop agresi ke ukraina demi kmanusiaan.. bgimna dgan ini pak?? Atau bpk blm liat berita??" ujar akun instagram @anny.nugrahanti. "Harusnya dunia juga memikirkan mereka yg sudah sejak lama menjadi korban kejamnya penjajahan dan perang " ujar akun instagram @bangwin5. 

Sumber:
Instagram @bola.online_:
  Komentar netizen Indonesia mengenai Premier League memasang bendera
  Ukraina di big screen stadion
Instagram @sahabatpalestinaid2:
  Komentar netizen Indonesia yang mempertanyakan aksi tersebut ke PBB

FIFA & UEFA BUAT MASALAH BARU, NETIZEN INDONESIA: TERIMA KASIH FLORENZO PEREZ UDAH MENGGAGAS ESL (EUROPEAN SUPER LEAGUE)

FIFA & UEFA Buat Masalah Baru, Netizen Indonesia: Terima Kasih Florenzo Perez
Sudah Menggagas ESL (European Super League)


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


DEPOK - FIFA & UEFA kembali membuat permasalahan baru. Bukan karena prestasi yang diraih, melainkan mengikuti aksi dukungan ke Ukraina yang berimbas pada pencoretan Spartak Moskow dari Liga Europa serta mendiskualifikasi Timnas Rusia untuk tampil di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan pada 24-29 Maret 2022. Andrea Agnelli menyatakan akan kembali membahas mengenai pengagasan ESL (European Super League) bersama Florenzo Perez selaku Presiden klub Real Madrid. Adapun, dana sponsor yang membiayai seluruh kebutuhan serta keperluan ESL (European Super League) adalah JP Morgan. JP Morgan adalah salah satu perusahaan asal Amerika Serikat yang bekerja di dunia bisnis. JP Morgan pernah menyelamatkan Amerika Serikat dari krisis keuangan. Namun, keputusan Andrea Agnelli serta Florenzo Perez mendapatkan kritikan pedas dari Aleksander Caferin selaku Presiden UEFA. Menurutnya, pembuatan ESL (European Super League) sangat merugikan para kontestan yang bermain di kompetisi resmi UEFA serta kesulitan mendapatkan dana sponsor dari segala sisi, baik itu hak siar pertandingan, pembelian jersey pemain, tiket dari hasil penjualan penonton yang menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion, dan lain sebagainya. Bahkan, UEFA mengancam akan mengeluarkan klub-klub yang bukan bermain di kompetisi resmi UEFA. Ancaman pertama, klub yang bergabung ke kompetisi liga yang bukan resmi dari UEFA tidak boleh tampil di kompetisi liga domestik, termasuk Liga Champions Eropa dan Liga Europa. Ancaman kedua, pemain-pemain yang bermain di klub tersebut tidak boleh tampil di laga internasional bersama timnas-nya masing-masing.Ancaman ketiga, tim-tim yang masih tersisa di Liga Champions dan Liga Europa untuk dicoret.

Caferin pun mengkritik ke Florenzo Perez serta Andrea Agnelli mengenai pembuatan ESL (European Super League). "Dulu mereka menggunakan alasan pandemi, sekarang alasan perang. Orang-orang ini seharusnya hidup di dunia paralel" ujar Caferin. Ucapan tersebut mendapatkan respon dari berbagai pihak, salah satunya netizen-netizen Indonesia. "Ceperin ketar-ketir" ujar akun instagram @fajriibrahimm. "Lagian banyak mafia di UEFA.. Mereka berani buat kompetisi baru bukan tanpa alasan" ujar akun instagram @indra_wj7. "Semenjak UEFA condong ke UK jelas masuk ranah politik. 100% dukung ESL biar dah klub besar pada out dari champions biar sepi tuh liga champions ðŸ˜‚" ujar akun instagram @idham.mln. "UEFA Standar Ganda + Korup. Males ðŸ˜‚" ujar akun instagram @caklemper_mawon. Dia menyebut bahwa Agnelli sebagai Putin-nya sepakbola. "Agnelli adalah perampas. Seorang diktator. Putin dalam sepakbola. Seorang yang tidak punya malu. Bahkan, perang yang tidak melunakkannya. Ini memalukan,"

Bahkan, Florenzo Perez memberikan respon berupa candaan ke Aleksander Caferin "Setiap pemain harus tetap tenang karena itu tidak akan terjadi. Mereka tidak akan dilarang jika mereka bergabung dengan Super League," kata Perez mengenai ancaman Caferin dalam wawancaranya dengan El Chiringuito. Lalu, Perez melanjtkan candaan ke Caferin dengan berkata "Real Madrid, Manchester City, dan Chelsea tidak akan dilarang tampil di Liga Champions atau liga domestik. Mustahil saya bisa menjamin itu. 100%, itu tidak akan terjadi, hukum melindungi kami. Ini mustahil,".

Sebelumnya, pecinta sepakbola digegerkan dengan Florenzo Perez yang ingin membuat ESL (European Super League). Banyak yang menganggap kalau ESL adalah liga tandingan yang diusung oleh Florenzo Perez selaku Presiden Real Madrid. Caferin pun langsung memberikan respon dengan berkata "Tuan-tuan, Anda membuat kesalahan besar. Beberapa orang akan mengatakan ini keserakahan yang lain meremehkan klub yang lebih kecil, kesombongan, kecerobohan, ketidaktahuan sama sekali tentang budaya sepakbola Inggris, tapi sebenarnya itu tidak masalah. Yang penting adalah masih ada waktu untuk berubah pikiran, semua orang membuat kesalahan. Penggemar Inggris berhak meminta Anda memperbaiki kesalahan Anda, mereka pantas dihormati"

Sumber:
- Ligaolahraga.com:
  Florenzo Perez Tertawakan Ancaman UEFA kepada Tim-Tim ESL
- Instagram @factos_futbol & @kepojar:
  Momentum Perang Dimanfaatkan Perez dan antek-anteknya untuk
  Membangkitkan ESL (European Super League) Yang Sempat Mati
- Instagram @goalcomindonesia:
  Isu ESL (European Super League) Kembali Memanas
- Ligaolahraga.com:
  Sebelum The Big Six Mundur Dari ESL, Aleksander Caferin Ucapkan Hal Ini

Wednesday, 2 March 2022

ADMIN FOOTBALL LOVERS IDN KRITIK PT. LIB MENGENAI AKSI MEMBENTANGKAN SPANDUK NO WAR KE UKRAINA

Admin Football Lovers IDN Kritik PT. LIB Mengenai
Aksi Membentangkan Spanduk NO WAR ke Ukraina


Penulis: Muhammad Irfan Budiman
Edit: Muhammad Irfan Budiman


DEPOK - Admin Football Lovers IDN kembali mengkritik salah satu federasi sepakbola. Kali ini, admin Football Lovers IDN mengkritik PT. LIB mengenai membentangkan spanduk NO WAR ke Ukraina. Menurutnya, aksi membentangkan spanduk NO WAR sebagai bentuk solidaritas terhadap Bangsa Ukraina yang dilakukan PT. LIB sebelum pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung berlangsung sangat tidak tepat karena masih ada yang perlu diperbaiki dari segala sisi. Admin Football Lovers IDN mempertanyakan PT. LIB dalam mengikuti aksi tersebut sekaligus membandingkan aksi yang dilakukan PT. LIB dalam mendirikan keadilan serta kemanusiaan terhadap Palestina-Israel dengan Rusia-Ukraina "Kenapa PT. LIB malah ikut-ikutan membentangkan spanduk NO WAR ke Bangsa Ukraina sebelum pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung berlangsung? Ke mana aksi PT. LIB saat Palestina diinjak-injak, diserang, dan dibombardir oleh Tentara Israel? Apakah PT. LIB memiliki standar ganda seperti FIFA & UEFA?" Bahkan, banyak dari netizen Indonesia mempertanyakan aksi membentangkan spanduk NO WAR ke Ukraina serta meramaikan #savepalestina di berbagai akun instagram yang membahas mengenai sepakbola dunia, baik itu sepakbola Indonesia maupun sepakbola Eropa. Hal tersebut sangat lumrah karena Palestina kembali dibombardir oleh Tentara Israel saat perayaan Isra Mi'raj berlangsung serta melihat orang-orang yang ada di Timur Tengah sudah menjadi korban dalam peperangan tersebut. Menurut beberapa netizen Indonesia, PT. LIB seolah-olah tutup mata dalam kejadian yang ada di Timur Tengah, terutama kejadian Palestina-Israel. "Alah ikut-ikutan. Giliran Palestina boro-boro begitu" kata akun Instagram fardaanggita. "Palestina dan Israel sudah puluhan tahun perang tapi pura-pura tuli dan bisu. Alasan gak boleh politik dalam sepakbola. F**k" kata akun Instagram yendrachen. Bahkan, salah satu netizen Indonesia mengajak suporter Indonesia yang menyaksikan pertandingan di stadion agar membentangkan aksi serupa serta mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina "Coba di stadion ada suporter boleh dong bawa bendera Palestina kan FIFA udah terjun ke politik ðŸ¤­" kata akun Instagram aanvanandriansyah88.

Sebelumnya, PT. LIB kembali menjadi sorotan pecinta sepakbola Indonesia. Bukan karena prestasi PT. LIB dalam membenahi Liga 1 Indonesia, melainkan ikut membentangkan spanduk "NO WAR" ke Ukraina. Menurutnya, aksi tersebut (konflik Rusia-Ukraina) sangat kontras dengan kejadian yang ada di Timur Tengah serta Palestina-Israel. 

Sumber:
    - Instagram @indosportdotcom: Komentar netizen Indonesia

INI FAKTA BUKAN HOAX: WABAH KORUPSI & PEMBERITAAN DARI MEDIA-MEDIA MAINSTREAM LEBIH BERBAHAYA KETIMBANG KOPID ITU SENDIRI

  Pengertian, Tujuan Kopid,  Ciri-ciri Orang-Orang Yang Percaya sama Kopid,  Penyebab Plandemi Kopid disebut sebagai Penyakit Biasa dan Terk...